news

Pembangunan Jalan di Desa Tanjung Aur Diduga Manfaatkan Matrerial Ilegal

penulis: Admin | 6 August 2019 18:12 WIB
editor: admin


Saat-saat pihak Desa mengangkut Meterial Ilegal dari Tepi Pantai Untuk Pembangunan Jalan di Desa Tanjung Aur (Foto Asiun)
Saat-saat pihak Desa mengangkut Meterial Ilegal dari Tepi Pantai Untuk Pembangunan Jalan di Desa Tanjung Aur (Foto Asiun)

Bengkulu Selatan kejarfakta.co -- Beberapa pembangunan yang dibangun  dana desa di Desa Tanjung Aur,  tahun anggaran 2018 diduga menggunakan material Ilegal  satunya pembangunan jalan perluasan desa tersebut.

Ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa (06/8/2019), Kepala Desa (kades) Tanjung Aur  Suherman mengatakan "kami mengambil material dari kuari kedurang,"terang Suherman.

Meski begitu setelah pihak media menunjukan poto kegiatan yang bersumber dari masyarakat setempat akhirnya kades Tanjung Aur itu mengakui Bawahsanya material dibeli dari masyarakat.

"Ya memang kami beli material dari masyarakat dan kami tak tau masyarak mengambil dari mana, namun untuk pertanggung jawabannya tersebut adalah  Koprasi Serbah Usaha melalui izin penumpukan,"ungkap Suherman yang didampingi Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPK)kegiatan Suhendro.

" waktu itu ada pendamping desa menyampaikan selagi ada material yang bisa dimanfaatkan maka di menpaatkan,"terang hendro

Sementara jika menurut aturan yang ada tambang harus memiliki izin usaha sesuai dengan UU nomor 4 tahun 2009, tentang Minerba, serta PP nomor 23 tahun 2010 tentang, pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan Minerba, UU nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi.

Berdasarkan UU nomor 4 Tahun 2009 dalam Pasal 161 itu sudah diatur bahwa yang dipidana adalah setiap orang yg menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain lain. Bagi yang melanggar, maka pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (Asiun)

Tag : #Bengkulu Selatan#Tanjung Aur#Material Ilegal