news

Kesadaran Masyarakat Melaksanakan Prokes Masih Rendah, Bupati Seluma Terbitkan Surat Edaran, Pelaku Seni Angkat Bicara

penulis: Admin | 22 December 2020 20:57 WIB
editor: admin


Kesadaran Masyarakat Melaksanakan Prokes Masih Rendah, Bupati Seluma Terbitkan Surat Edaran, Pelaku Seni Angkat Bicara
Kesadaran Masyarakat Melaksanakan Prokes Masih Rendah, Bupati Seluma Terbitkan Surat Edaran, Pelaku Seni Angkat Bicara

Seluma, KejarFakta.co - Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Satgas Penanganan Covid -19 Kabupaten Seluma dan menindaklanjuti Telegram Kapolda Bengkulu No : ST/517/XII/KEP/2020 tanggal 15 Desember 2020, bahwa tingkat kesadaran Masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan masih rendah, sehingga mengakibatkan jumlah yang terkonfirmasi positif Covid -19 semakin tinggi, maka demi keselamatan bersama Bupati Seluma menerbitkan Surat Edaran yang berlaku terhitung dari tanggal 21 Desember kemarin yang diantaranya berisi larangan untuk tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian/kerumunan seperti resepsi pernikahan, aqiqah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah, perayaan Natal dan perayaan menyambut tahun baru 2021 sebagaimana yang lazim dilakukan masyarakat.

Surat edaran Bupati Seluma tersebut menuai beragam tanggapan dari Masyarakat, salah satunya dari pelaku seni fotografi yang mengaku terdampak langsung atas pemberlakuan surat edaran Bupati Seluma tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh Awak Media melalui sambungan telepon, Ketua Komunitas Fotografi Seluma (KFS), Delfan Eko Putra, Selasa 22/12) 2020, sekitar Pukul 16.00 wib mengungkapkan bahwa pihaknya meminta kepada Pihak Pemerintah Daerah (Pemda), dalam hal ini Bupati Seluma untuk kempertimbangkan kembali isi surat edaran yang diterbitkan tersebut, mengingat hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama para pelaku seni kreatif, seperti Fotografi, videografi, kelompok tari, usaha pelaminan, dekorasi, organ tunggal, ketring dan lain-lain.

"Mohon kepada Pemangku kebijakan, dalam hal ini Bapak Bupati Seluma untuk mempertimbangkan kembali dampak yang lebih besar yang akan dialami oleh pelaku seni yang ada di Kabupaten Seluma seperti para fotografi, videografi, kelompok tari, organ tunggal, usaha ketring, pelaminan dan lainnya setelah surat edaran diterbitkan," ungkap Eko.

"Pemerintah seharusnya membuat alternatif kebijakan misalnya, memperbolehkan acara pernikahan dengan akad + resepsi dilaksanakan satu hari, dari pukul 08:00 sampai 13:00 wib dengan prokes yang ketat, diawasi oleh Satgas Covid, tidak disediakan kursi untuk tamu, kecuali untuk tokoh adat dan pemuka masyarakat, tamu tidak diperkenankan untuk bersalaman, ahli rumah menyediakan fasilitas cuci tangan, konsumsi berupa nasi kotak/tidak dalam bentuk prasmanan, maicrovon pengeras suara dilapisi tisu atau bahan lain untuk sekali pakai, hiburan musik organ tunggal yang hanya menampilkan artis dari grup musiknya saja/tidak diperkenankan undangan atau pihak lain bernyanyi dan lain sebagainya," tambah Eko.

Lanjut Ketua KFS yang juga berprovesi sebagai Dosen Muda Ilmu Komunikasi Fisip Universitas - Bengkulu (UNIB) ini juga, meminta kepada semua pihak untuk bersabar dan hadapi dengan kepala dingin, "serta jangan mudah terprovokasi dengan adanya surat Edaran Bupati Seluma ini dan kemudian mari kita semua berdo'a semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap usaha yang kita lakukan," tandasnya. (AGUNG W)

Tag : #Seluma#Bengkulu#Pelaku Seni