news

Warga Desa Jembatan Dua, Penderita Tumor Membutuhkan Bantuan

penulis: Admin | 14 February 2020 19:11 WIB
editor:


Warga Desa Jembatan Dua, Penderita Tumor Membutuhkan Bantuan
Warga Desa Jembatan Dua, Penderita Tumor Membutuhkan Bantuan

Kaur,KejarFakta.co - Jamaliah yang lebih akrab dipanggil Nek Yak Janda (70), salah satu warga Desa Jembatan Dua, Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, yang menderita penyakit residci ca paratis atau tumor jinak, saat ini membutuhkan bantuan.

Pasalnya, Benjolan di leher yang dialaminya kian hari semakin membesar. Padahal dua tahun lalu Nek Yak sudah menjalani operasi di RSUD. M Yunus Bengkulu. Namun, Sayangnya tumor kembali menggerogoti leher wanita tua yang berprofesi sebagai tukang pijat didesa itu.

Zuraidah (45), yang merupakan anak kandung nya yang hanya berprofesi sebagai penyapu jalan atau pasukan oranye, Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Kaur, mengungkapkan "belum lama ini pihak keluarga sempat kembali membawa ke RSUD. M Yunus Bengkulu namun, pihak Rumah Sakit merujuk ke RSCM Jakarta," kata dia.

Mendengar informasi itu, pihak keluarga kebingungan untuk biaya berobat hingga menjalani operasi ke Jakarta tentu terasa sangat berat

"Saat ini Mak (ibuk) hanya menjalani pengobatan alternatif dan terkadang dibawa ke dokter umum diberikan obat penahan rasa sakit saja,” ujarnya.

Zuraidah mengakui pihaknya, pernah mengajukan bantuan dengan Baznas Kaur disaat menjalani oprasi dua tahun yang lalu.

Pihak keluarga mendapat kucuran bantaun Rp 2 juta, sehingga saat ini pihaknya sudah merasa tak berani lagi meminta bantuan kembali.

Sedangkan saat ini Jamaliah membutuhkan biaya untuk pengobatan. karna sakit sampai dua kali dalam satu minggu. “Minggu kemarin kami bawa ke pengobatan alternatif di Bengkulu Selatan, tapi kami juga kesulitan dana sebab dibutuhkan dana sebesar Rp 12 juta untuk biaya pengobatannya,” ungkapnya

Ungkapan yang sama juga disampaikan menantunya yakni Sarpulung (50) yang berprofesi sebagai nelayan itu, menegaskan mertuanya pertama menderita pembekakan dileher beberapa tahun yang lalu.

Awalnya benjolan itu tidak terlalu besar yakni sebesar telor cicak, namun lama kelamaan terus membengkak hingga terus membesar.

Waktu itu pihak keluarga akhirnya memutuskan membawanya ke RSU M Yunus, pihak dokter memutuskan untuk melakukan operasi, namun setelah sembuh dan tak lama dari itu terjadi kembali pembengkakan. “Kami dari keluarga benar-benar kesulitan dalam pendanaan untuk biaya pengobatan,” ujarnya.

Dia mengakui mertuanya itu memegang BPJS atas nama Jamaliah dengan nomor 0000330665883, namun pihak keluarga memastikan untuk biaya pengobatan ke Jakarta tentu tidak hanya cukup dengan memegang kartu BPJS saja, namun juga tentu butuh biaya yang tidak sedikit.

"Dari itu kami sangat berharap bantuan dan uluran tangan dari Dermawan, ataupun pemerintah untuk biaya pengobatan ibu kami ini. sebab saat ini mertua saya sering mengeluh kesakitan,” tutupnya. (Muhtadin)

Tag : #Kaur #Bengkulu